This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 03 Januari 2011

pengenalan dan dasar-dasar tentang program COBOL

COBOL adalah kepanjangan dari Common Bussiness Oriented Language. Bahasa COBOL digolongkan sebagai High Level Language (bahasa pemrograman tingkat tinggi) yang berorientasi  pada masalah bisnis. Diciptakan pada tahun 1959.
COBOL pertama kali diperkenalkan secara formal bulan Januari 1960 dan disebut dengan COBOL-60. Dan diperbaharui tahun 1965. Pada tahun        1968        dan        1974,                bahasa        COBOL        dikembangkan        dan distandarisasikan        dengan        nama        ANSI                COBOL         (American        National Standarts Institute).
Bahasa pemrograman COBOL sangat terstruktur, karena mudah dibaca dan memiliki struktur yang jelas.
COBOL dibuat untuk operasi pengolahan data, yaitu membaca data, memproses data dan menghasilkan output berupa informasi.


Dasar-dasar COBOL.

Untuk membuat program COBOL yang baik dan benar, minimal anda harus menguasai atau mengetahui beberapa hal berikut :

Cara penulisan.

Kolom maksimal yang disediakan program COBOL adalah kolom 1 sampai 80, dengan ketentuan sebagai berikut :


Kolom 1-6        : digunakan untuk line number (optional) ditulis dari kecil ke besar.
Kolom 7        : digunakan untuk melanjutkan baris sebelumnya dengan menambahkan tanda (-) dan baris sambungannya ditulis di area B.
Bila diisi (*) maka yang ditulis pada baris ini dianggap

komentar.

Kolom 8-11 : disebut dengan area A. untuk menulis divisi, section, nama paragraph, judul file description (FD), level number 01 dan level number 77.
Kolom 12-72 : disebut area B. untuk menulis elemen program selain yang    ditulis di area A.
Kolom 73-80 : kolom ini tidak akan diproses oleh program jadi data diisi     catatan atau curahan hati untuk dokumentasi.

Beberapa hal lagi yang anda harus perhatikan tentang penulisan yaitu penggunaan titik dan spasi. Bahasa pemrogram COBOL sangat sangat ketat tentang peraturan penulisan, pastikan anda memberikan tanda titik (.) setelah nama divisi, section, paragraph atau baris instruksi dan spasi (space) untuk pemisah antara COBOL RESERVED WORDS dengan variable atau string.
Kedua hal tadi kelihatan sepele tapi jika program yang anda buat panjang nya sampai puluhan baris hal ini mungkin dapat membuat anda frustasi. Karena akan menyebabkan pesan kesalahan yang memusingkan kepala.



Cara menjalankan program COBOL.

Program COBOL ini tidak memiliki built-in editor seperti Pascal atau Basic sehingga anda harus mengetik dan mengkompile secara terpisah. Untuk mengetik  source program COBOL anda dapat menggunakan sembarang text editor apakah itu MS-Editor, Notepad, SideKick dan lain- lain  sesuai keinginan anda. Tetapi  disarankan  menggunakan SideKick karena lebih cepat terutama pada saat proses debugging source program.


Cara penggunaan SideKick.

SideKick adalah suatu editor tool yang resident di memori, untuk menjalankan SideKick, ketik :
C:\>SK

Setelah tampil jendela berwarna biru tekan CTRL+ALT maka akan keluar menu pop-up pilih notepad.
Tekan F3 untuk membuat file baru (untuk cobol dengan extensi .COB) , F2 untuk menyimpan source program dan Ecs untuk ke DOS prompt.
Untuk mengkompile source program COBOL yang anda buat tekan F2 lalu

Ecs , ketikan:

C:\>COBOL nama_program.cob atau C:\>COBOL nama_program; Untuk menjalankan (running) ketikan:
C:\>RUNCOBOL nama_program



Contoh Program Sederhana.

PRAK.COB        Sun Aug 20 20:55:58 2006        Page   1
line number source line   Microsoft COBOL        Version 2.20

1        IDENTIFICATION DIVISION.
2        PROGRAM-ID. CONTOH.
3        AUTHOR. SAYA.
4        ENVIRONMENT DIVISION.
5        CONFIGURATION SECTION.
6        SOURCE-COMPUTER. IBM-PC.
7        OBJECT-COMPUTER. IBM-PC.
8        DATA DIVISION.
9        WORKING-STORAGE SECTION.
10        01 MASUKAN.
11        02 NAMA PIC X(20).
12        02 NPM PIC X(8).
13        SCREEN SECTION.
14        01 HAPUS-LAYAR.
15        02 BLANK SCREEN.
16        PROCEDURE DIVISION.
17        MASUKKAN-DATA.
18        DISPLAY HAPUS-LAYAR.
19        DISPLAY 'NAMA : '.
20        ACCEPT NAMA.
21        DISPLAY 'NPM  : '.
22        ACCEPT NPM.
23        SELESAI.
24        STOP RUN.

Backup and Restore Data

 Karena kadang-kadang magnetik disk gagal, kita harus memastikan bahwa datanya tidak hilang selamanya. Karena itu, kita menggunakan program sistem untuk mem-back up data dari disk ke alat penyimpanan yang lain seperti floppy disk, magnetic tape atau optical disk. Pengembalian berkas-berkas yang hilang hanya masalah menempatkan lagi data dari backup data yang telah dilakukan.

Untuk meminimalisir penyalinan, kita dapat menggunakan informasi dari setiap masukan direktori berkas. Umpamanya, jika progam back up mengetahui bahwa back up terakhir dari berkas sudah selesai dan penulisan terakhir pada berkas dalam direktori menandakan berkas tidak terjadi perubahan maka berkas tidak harus disalin lagi. Penjadualan back up yang umum sebagai berikut :

Hari 1 :
Salin ke tempat penyimpanan back up semua berkas dari disk, disebut sebuah full backup.

Hari 2 :

Hari 3 :
Salin ke tempat penyimpanan lain semua berkas yang berubah sejak hari 2.

Hari N :
Salin ke tempat penyimpanan lain semua berkas yang berubah sejak hari N-1, lalu kembali ke hari 1.

Keuntungan dari siklus backup ini adalah kita dapat menempatkan kembali berkas mana pun yang tidak sengaja terhapus pada waktu siklus dengan mendapatkannya dari back up hari sebelumnya. Panjang dari siklus disetujui antara banyaknya tempat penyimpanan backup yang diperlukan dan jumlah hari ke belakang dari penempatan kembali dapat dilakukan.

Ada juga kebiasaan untuk mem-backup keseluruhan dari waktu ke waktu untuk disimpan selamanya daripada media backupnya digunakan kembali. Ada bagusnya menyimpan backup-backup permanent ini di lokasi yang jauh dari backup yang biasa, untuk menghindari kecelakaan seperti kebakaran dan lain-lain. Dan jangan menggunakan kembali media backup terlalu lama karena media tersebut akan rusak jika terlalu sering digunakan kembali.

PROTEKSI


Ketika kita menyimpan informasi dalam sebuah sistem komputer, ada dua hal yang harus menjadi perhatian utama kita. Hal tersebut adalah :
  1. Reabilitas dari sebuah sistem
Maksud dari reabilitas sistem adalah kemampuan sebuah sistem untuk melindungi informasi yang telah tersimpan agar terhindar dari kerusakan, dalam hal ini adalah perlindungan secara fisik pada sebuah berkas. Reabilitas sistem dapat dijaga dengan membuat cadangan dari setiap berkas secara manual atau un otomatis, sesuai dengan layanan yang dari sebuah sistem operasi.

  1. Proteksi (Perlindungan) terhadap sebuah berkas
Perlindungan terhadap berkas dapat dilakukan dengan berbagai cara. Pada bagian ini, kita akan membahas secara detail mekanisme yang diterapkan dalam melindungi sebuah berkas.
Dalam pembahasan mengenai proteksi berkas, kita akan berbicara lebih mengenai sisi keamanan dan mekanisme bagaimana menjaga keutuhan suatu berkas dari gangguan akses luar yang tidak dikehendaki. Sebagai contoh bayangkan saja Anda berada di suatu kelompok kerja dimana masing-masing staf kerja disediakan komputer dan mereka saling terhubung membentuk suatu jaringan; sehingga setiap pekerjaan/dokumen/berkas dapat dibagi-bagikan ke semua pengguna dalam jaringan tersebut. Misalkan lagi Anda harus menyerahkan berkas RAHASIA.txt ke atasan Anda, dalam hal ini Anda harus menjamin bahwa isi berkas tersebut tidak boleh diketahui oleh staf kerja lain apalagi sampai dimodifikasi oleh orang yang tidak berwenang. Suatu mekanisme pengamanan berkas mutlak diperlukan dengan memberikan batasan akses ke setiap pengguna terhadap berkas tertentu.

SHARING


Kita dapat berbagi berkas dengan pengguna lainnya yang teregistrasi. Hal pertama yang harus kita lakukan adalah menentukan dengan siapa berkas tersebut akan dibagi dan akses seperti apa yang akan diberikan kepada mereka. Berbagi bekas berguna bagi pengguna yang ingin bergabung dengan pengguna lain dan mengurangi usaha untuk mencapai sebuah hasil akhir.
Saat sebuah sistem operasi dibuat untuk multiple user, masalah berbagi berkas, penamaan berkas dan proteksi berkas menjadi sangat penting. Oleh karena itu, sistem operasi harus dapat mengakomodasikan/mengatur pembagian berkas dengan memberikan suatu struktur direktori yang membiarkan pengguna untuk saling berbagi.
Berkaitan dengan permasalahan akses berkas, kita dapat mengijinkan pengguna lain untuk melihat, mengedit atau menghapus suatu berkas. Proses mengedit berkas yang menggunakan web-file system berbeda dengan menggunakan aplikasi seperti Windows Explorer. Untuk mengedit sebuah file dengan web-file system, kita harus menduplikasi berkas tersebut dahulu dari web-file system ke komputer lokal, mengeditnya di komputer lokal, dan mengirim file tersebut kembali ke sistem dengan menggunakan nama berkas yang sama.
Sebagai contoh, kita dapat mengizinkan semua pengguna yang terdaftar untuk melihat berkas-berkas yang ada di direktori (tetapi mereka tidak dapat mengedit atau menghapus berkas tersebut). Contoh lainnya, kita dapat mengijinkan satu pengguna saja untuk melakukan apa pun terhadap sebuah direktori dan segala isinya (ijin untuk melihat semua berkas, mengeditnya, menambah berkas bahkan menghapus isi berkas). Kita juga dapat memberikan kesempatan bagi pengguna untuk mengubah izin dan kontrol akses dari sebuah isi direktori, namun hal tersebut biasanya di luar kebiasaan, sebab seharusnya satu-satunya pengguna yang berhak mengubah izin adalah kita sendiri.
Sistem berkas web memungkinkan kita untuk menspesifikasikan suatu akses dalam tingkatan berkas. Jadi, kita dapat mengijinkan seluruh orang untuk melihat isi dari sebuah direktori atau mengijinkan sebagian kecil pengguna saja untuk mengakses suatu direktori. Bahkan, dalam kenyataannya, kita dapat menspesifikasikan jenis akses yang berbeda dengan jumlah pengguna yang berbeda pula.
Kebanyakan pada sistem banyak pengguna menerapkan konsep direktor berkas owner/user dan group.
·         Owner: pengguna yang dapat mengubah atribut, memberikan akses, dan memiliki sebagian besar kontrol di dalam sebuah berkas atau direktori.
·         Group: sebagian pengguna yang sedang berbagi berkas.

KONSEP MOUNTING


Mounting

Mounting adalah proses mengkaitkan sebuah sistem berkas yang baru ditemukan pada sebuah piranti ke struktur direktori utama yang sedang dipakai. Piranti-piranti yang akan di-mount dapat berupa cd-rom, disket atau sebuah zip-drive. Tiap-tiap sistem berkas yang akan di-mount akan diberikan sebuah mount point, atau sebuah direktori dalam pohon direktori sistem Anda, yang sedang diakses.
Sistem berkas yang dideskripsikan di /etc/fstab (fstab adalah singkatan dari filesystem tables) biasanya akan di-mount saat komputer baru mulai dinyalakan, tapi dapat juga me-mount sistem berkas tambahan dengan menggunakan perintah:
   mount [nama piranti]
  

atau dapat juga dengan menambahkan secara manual mount point ke berkas /etc/fstab. Daftar sistem berkas yang di-mount dapat dilihat kapan saja dengan menggunakan perintah mount. Karena izinnya hanya diatur read-only di berkas fstab, maka tidak perlu khawatir pengguna lain akan mencoba mengubah dan menulis mount point yang baru.
Seperti biasa saat ingin mengutak-atik berkas konfigurasi seperti mengubah isi berkas fstab, pastikan untuk membuat berkas cadangan untuk mencegah terjadinya kesalahan teknis yang dapat menyebabkan suatu kekacauan. Kita dapat melakukannya dengan cara menyediakan sebuah disket atau recovery-disk dan mem-back-up berkas fstab tersebut sebelum membukanya di editor teks untuk diutak-atik.
Red Hat Linux dan sistem operasi lainnya yang mirip dengan UNIX mengakses berkas dengan cara yang berbeda dari MS-DOS, Windows dan Macintosh. Di linux, segalanya disimpan di dalam sebuah lokasi yang dapat ditentukan dalam sebuah struktur data. Linux bahkan menyimpan perintah-perintah sebagai berkas. Seperti sistem operasi modern lainnya, Linux memiliki struktur tree, hirarki, dan organisasi direktori yang disebut sistem berkas.
Semua ruang kosong yang tersedia di disk diatur dalam sebuah pohon direktori tunggal. Dasar sistem ini adalah direktori root yang dinyatakan dengan sebuah garis miring ("/"). Pada linux, isi sebuah sistem berkas dibuat nyata tersedia dengan menggabungkan sistem berkas ke dalam sebuah sistem direktori melalui sebuah proses yang disebut mounting.
Sistem berkas dapat di-mount mau pun di-umount yang berarti sistem berkas tersebut dapat tersambung atau tidak dengan struktur pohon direktori. Perbedaannya adalah sistem berkas tersebut akan selalu di-mount ke direktori root ketika sistem sedang berjalan dan tidak dapat di-mount. Sistem berkas yang lain di-mount seperlunya, contohnya yang berisi hard drive berbeda dengan floppy disk atau CD-ROM.



Mounting Overview

Mounting membuat sistem berkas, direktori, piranti dan berkas lainnya menjadi dapat digunakan di lokasi-lokasi tertentu, sehingga memungkinkan direktori itu menjadi dapat diakses. Perintah mount menginstruksikan sistem operasi untuk mengkaitkan sebuah sistem berkas ke sebuah direktori khusus.

Memahami Mount Point
Mount point adalah sebuah direktori dimana berkas baru menjadi dapat diakses. Untuk me-mount suatu sistem berkas atau direktori, titik mount-nya harus berupa direktori, dan untuk me-mount sebuah berkas, mount point-nya juga harus berupa sebuah berkas.
Biasanya, sebuah sistem berkas, direktori, atau sebuah berkas di-mount ke sebuah mount point yang kosong, tapi biasanya hal tersebut tidak diperlukan. Jika sebuah berkas atau direktori yang akan menjadi mount point berisi data, data tersebut tidak akan dapat diakses selama direktori/berkas tersebut sedang dijadikan mount point oleh berkas atau direktori lain. Sebagai akibatnya, berkas yang di-mount akan menimpa apa yang sebelumnya ada di direktori/berkas tersebut. Data asli dari direktori itu dapat diakses kembali bila proses mounting sudah selesai.

c63-1-2-f1-mountPoint
              Gambar 9-1. Mount Point

Saat sebuah sistem berkas di-mount ke sebuah direktori, izin direktori root dari berkas yang di-mount akan mengambil alih izin dari mount point. Pengecualiannya adalah pada direktori induk akan memiliki atribut .. (double dot). Agar sistem operasi dapat mengakses sistem berkas yang baru, direktori induk dari mount point harus tersedia.
Untuk segala perintah yang membutuhkan informasi direktori induk, pengguna harus mengubah izin dari direktori mounted-over. Kegagalan direktori mounted-over untuk mengabulkan izin dapat menyebabkan hasil yang tidak terduga, terutama karena izin dari direktori mounted-over tidak dapat terlihat. Kegagalan umum terjadi pada perintah pwd. Tanpa mengubah izin direktori mounted-over, akan timbul pesan error seperti ini:

 



Masalah ini dapat diatasi dengan mengatur agar izin setidaknya di-set dengan 111.

Mounting Sistem Berkas, Direktori, dan Berkas
Ada dua jenis mounting: remote mounting dan mounting lokal. Remote mounting dilakukan dengan sistem remote dimana data dikirimkan melalui jalur telekomunikasi. Remote sistem berkas seperti Network File Systems (NFS), mengharuskan agar file diekspor dulu sebelum di-mount. mounting lokal dilakukan di sistem lokal.
Tiap-tiap sistem berkas berhubungan dengan piranti yang berbeda. Sebelum kita menggunakan sebuah sistem berkas, sistem berkas tersebut harus dihubungkan dengan struktur direktori yang ada (dapat root atau berkas yang lain yang sudah tersambung).
Sebagai contoh, kita dapat me-mount dari /home/server/database ke mount point yang dispesifikasikan sebagai /home/user1, /home/user2, and /home/user3:

/home/server/database /home/user1
/home/server/database /home/user2
/home/server/database /home/user3

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More